Kemarin hari Sabtu, 11 Juli 2008 Saya mendampingi sekitar 51 orang mahasiswa-mahasiswa Keperawatan Poltekkes Malang untuk mengikuti presentasi “International SOS Indonesia”, sebuah perusahaan yang antara lain melayani layanan kesehatan terutama emergency di Poltekkes Surabaya Jl.Pucang Jajar.
Lebih akurat informasi tentang International SOS Indonesia klik di sini.
Presentasi meliputi profil perusahaan dan testimoni perawat yang sudah lama bergabung di SOS International.
Gaji awal sekitar 2 juta rupiah, bersih. Wilayah operasional menjangkau daerah yang luas dan perusahaan menjangkau daerah-daerah yang terpencil, seperti laut lepas, tambang (misalnya pertambangan Freeport), pedalaman kalimantan atau dimanapun dibutuhkan.
Profil perawat yang dibutuhkan tidak jauh-jauh dari watak suka tantangan, konsisten, mampu berbahasa inggris, sehat dan lulus standar kompetensi yang ditentukan.
Presentasi yang langsung dilanjutkan seleksi diikuti mahasiswa Poltekkes Surabaya dan Poltekkes Malang dan beberapa orang dari Akper swasta.
Poltekkes Malang mengirimkan mahasiswa dari Prodi Keperawatan Malang (15 orang), Prodi Kep Lawang (20 orang) dan Prodi Kep Blitar (9 orang), sedangkan dari Poltekkes Surabaya yang saya temukan berasal dari Prodi Kep Tuban, Prodi Kep dr.Soetomo, dan Prodi Kep Sidoarjo dan Prodi Kep dr.Soetopo.
Tidak semua mahasiswa Poltekkes Malang lolos seleksi, prosentasi terbesar kelolosan berasal dari Prodi Keperawatan Malang yakni 73 % karena dari 15 orang yang mengikuti tes, 11 sampai pada tahap wawancara), sedangkan dari Prodi Kep Blitar 33% (dari 9 yang dikirim, 3 sampai pada tahap wawancara), sedangkan dari Prodi Lawang prosentasi kelolosan sampai tahap wawancara kurang dari sekitar 40 % (karena dari 9 yang dikirimkan, pengamatan saya tidak lulus lebih dari 10, tapi yang sampai tahap wawancara saya belum mendapat informasi akurat).
Kelolosan sampai wawancara Prodi Keperawatan Tuban sebesar 17 % (dari 6 yang ikut, 1 yang lolos sampai wawancara).
Materi tes tulis terdiri dari 30 item soal (berbahasa indonesia) dan 5 item (kemampuan menyusun kalimat berbahasa inggris). Tiga puluh item tersebut dengan materi berkisar pengetahuan dasar kegawat daruratan (CPR / RJP, seputar fraktur dan penanganannya, pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital dan lain-lain). Yang jelas ilmu dan ketrampilannya sangat selaras dengan ketrampilan dasar dan pengetahuan yang erat dilakukan di Ruang CVCU.
Sedang 5 soal adalah menyusun kalimat berdasarkan kata bahasa inggris yang sudah tersedia.
“Wah asal tahu dan mengerti ketrampilan dari Ruang CVCU RS dr.Saiful Anwar Malang, pasti bisa mengerjakan soal (soal tes SOS International Indonesia) tes Pak” Kata mahasiswa.
Sedangkan tes tahap selanjutnya adalah tes kemampuan dasar dan psikologi.
Wawancara dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris berkisar pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan penyakit-penyakit menular tropis (DHF, malaria), dan juga kalau tidak salah termasuk tentang AIDS.
Para calon baik yang tidak lulus maupun yang lulus sampai tahap manapun yang datang ikut tes memperoleh uang transport (terutama luar kota) dan akomodasi.
Demikian informasi saya semoga ada manfaatnya.
July 21, 2008 at 11:58 pm
Sudah sejak dulu sebenarnya tes ya begitu-begitu saja. Jadi bisa disebut konstanta. Yang berupa variabel sebenarnya bisa diubah yaitu, kemampuan berbahasa dan motivasi untuk bisa. Untuk kemampuan berbahasa memang sering disebut-sebut, terutama bahasa Inggris. Ya wajar saja, bagaimana seseorang dapat menjelaskan hubungan antara jantung dengan ginjal kalau tidak tahu apa itu jantung dan apa itu ginjal atau tidak tahu salah satunya. Wujudnya saja nggak tahu kok disuruh menjelaskan. Permasalahan motivasi sungguh amat mudah diubah. Tinggal dibalik saja mind set, beres. Tapi kok ya dari dulu yang lulus segitu-segitu saja. Baik itu didanai mandiri atau dengan dana utang luar negeri. Jangan-jangan ada variabel lain yang tidak pernah berubah. Yaitu pendidikan keperawatan itu sendiri.
July 22, 2008 at 2:34 am
betul Pak Wastu ‘pendidikan keperawatan’, itu termasuk ‘Saya’ dan ‘Pak Wastu’ yang ada di pendidikan keperawatan.
Kita ini ‘mur’ dan ‘baut’nya kendaraan sistem pendidikan di sistem pendidikan.
Sementara kita lihat banyak pendidikan keperawatan yang tutup mata dengan mutu mahasiswa yang mereka hasilkan dengan mempermudah input mahasiswa dengan kemampuan di bawah rata-rata sementara proses pendidikannya tidak maksimal, pemilik pendidikan mind set-nya bukan ‘pendidik’ atau ‘pendidik perawat’, tapi ’setelan pikiran bisnis’ dengan objek bisnis ‘pendidikan perawat’an.
Mulai dari mana kita?
horasss
November 1, 2008 at 3:07 am
Good luck for all candidates, saya juga jeblosan SOS tapi yang di Bali nya bukan di Explore DIG. Bagi anda yang ingin kerja Emergency and under pressure, SOS tempat yang pas untuk itu.
Keep moving for your carrier my friends.
December 9, 2008 at 4:23 am
di intl sos lah tempat terbentuk saling mengerti bahwa dalam suatu institusi tidaklah berarti jikalau menyandang sifat segitiga, akan tetapi di intl sos inilah terbentuknya sifat segi empat yang sangat ditonjolkan demi terciptanya team work yang bernilai tinggi. Good Luck For All Team Intl SOS. i am Rotating x-ray technician Intl SOS. good job.
January 2, 2009 at 12:38 am
mas apa ada perekrutan lagi???
jika ada tolong hubungi saya,
sebelumnya saya ucapkan terimakasih
March 19, 2009 at 11:24 am
Saya mohon untuk lebih cari informasi langsung dari alumni-alumni yang sydah terjun dalam dunia SOS.
Memang bagi fresh graduate,menyenagkan sekali bergabung di dalamnya..tapi faktanya bisa di-cross check dengan kenyataan yang ada..
apa benar start awal gaji 2 juta?
perlu dipertanyakan sekali lagi
Disini saya hanya menyarankan bagi adik2 d’poltekkes malang agar lebih jeli dalam mendapatkan informasi sos,karena sos tidak seperti dulu..
saran saya jangan terlalu b’orientasi masalah gaji…karena bisa di bilang gaji sma dengan Rs Lavalate…
mohon lebih jeli lagi sebelum adik2 menyesal..