metodologi penelitian


Pada penelitian kuantitatif langkah-langkahnya bersifat lurus, linear. Peneliti telah menentukan berbagai macam langkah-langkah yang telah direncanakan dengan matang menyangkut metodologi penelitian dan sejauh mungkin peneliti kemudian melaksanakan keseluruhan perencanaan .

 

Pada penelitian kualitatif setiap saat peneliti menemukan data kemudian ditafsirkan dan kemudian menentukan keputusan proses selanjutnya berdasarkan apa yang sudah di temukan.

 

Jadi pada penelitian kuantitatif pelaksanaan penelitian dilakukan setelah rancangan penelitiannya selesai dan matang, sedang pada penelitian kualitatif sebaliknya rancangan penelitian dimunculkan selama pelaksanaan pengumpulan data di lapangan karena itulah rancangan penelitian kualitatif disebut sebagai emergent design

 

Dengan kata lain peneliti mempunyai keluwesan pendekatan pengumpulan data dan analisis data, sehingga mustahil menentukan alur kegiatan secara tepat persis.

 

Langkah konseptual dan perencanaan Penelitian Kualitatif

Konseptualisasi:

Mulai dengan topik yang relatif luas, dan kemudian penelitian kualitatif biasanya menyorot kepada elemen-elemen yang masih sedikit atau jarang diketahui, karena itu belum mengembangkan suatu hipotesis.

 

Pada awalnya peneliti kualitatif tidak banyak membuat pembatasan terhadap pertanyaan penelitian, wilayah topik yang umum kemudian dipersempit.

 

Berkaitan dengan tinjauan pustaka, ada perbedaan pendapat antar peneliti-peneliti kualitatif sendiri.

 

Pada satu pihak ada yang berpendapat bahwa peneliti tidak perlu melakukan penelusuran penelitian sebelumnya sama sekali sebelum pengumpulan data. Alasannya dikuatirkan hal ini akan mempengaruhi bentuk konseptualisasi peneliti tentang topik yang ditelitinya. Karena pandangan ini berpendapat bahwa fenomena harus diuraikan berdasarkan sudut pandang partisipan, tidak boleh ter- ’kontaminasi’ informasi-informasi sebelumnya yang diperoleh peneliti sebelum penelitian yang mungkin saja tercampur aduk dalam ingatan peneliti.

 

Pihak lain menyatakan perlu melakukan penelusuran studi sebelumnya untuk menemukan macam-macam bias yang bisa muncul pada topik yang sama.

 

Perencanaan:

Pada fase perencanaan ini peneliti mencermati topik yang diteliti dan menemukan wilayah atau lokasi-lokasi yang konsisten dengan topik yang akan diteliti.

 

Misalnya topik penelitian adalah nilai-nilai kesehatan yang dipercaya para ibu-ibu hamil miskin yang diperkotaan, maka lokasi yang dipilih adalah wilayah kumuh perkotaan.

 

Kemudian peneliti mengidentifikasi lebih jauh setting lokasi dimana data akan dikumpulkan – misalnya di rumah-rumah, klinik, atau tempat kerja dsb.??

 

Sering kali peneliti harus menghubungi ’key actors’ dari lokasi yang dipilih untuk menjamin kelancaran dan memastikan kerjasama yang baik dan akses kepada informant

 

Seperti di jelaskan di atas, peneliti kuantitatif tidak akan memulai pengumpulan data sebelum rancangan penelitian selesai, sangat kontras dengan penelitian kualitatif, rancangannya sering disebut emergent design /rancangan emerjen-artinya rancangan yang muncul selama  pelaksanaan pengumpulan data.

 

Walaupun demikian sebelum ke lapangan peneliti harus memperkirakan berapa lama waktu   yang dibutuhkan dan  harus mempersiapkan peralatan yang mungkin dibutuhkan misalnya tape recorder untuk wawancara dengan informant.

 

Pelaksanaan      

Dimulai dengan mengamatai atau berbicara dengan beberapa orang yang paling menguasai dengan fenomena yang diteliti, dimana struktur diskusi dan observasi cukup longgar, yang memungkinkan pikiran-pikiran, perasaan-nilai-keyakinan, dan perilaku dengan ’jujur’ ternyatakan.

 

Analisis dan  penafsiran dilakukan terus-menerus bersamaan dengan menentukan siapa orang berikutnya yang diwawancarai dan pertanyaan-pertanyaan apa selanjutnya yang sampaikan dan pengamatan terhadap apa yang akan dilakukan.

 

Proses analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan (clustering) secara bersama-sama jenis informasi naratif yang berkaitan ke dalam suatu skema yang bertalian secara nalar/logis (koheren).

 

Begitu analisis dan penafsiran berlangsung, peneliti mulai mengidentifikasi tema dan kategori, yang digunakan untuk membangun  suatu teori yang deskriptif dari fenomena.

 

Begitu teori mengembang peneliti mencari partisipant yang dapat mengkonfirmasi dan memperkaya pemahaman teoritis  dan partisipan yang potensial menentang dan mengarah kepada pengembangan teori lebih lanjut.

 

Umunya wawancara dan pencarian data berhenti jika telah terjadi saturasi data, terjadi jika tema dan kategori terulang terus dan tidak ada diperoleh informasi baru lagi.

 

Keterpercayaan data diperoleh dari lapangan, yaitu dengan cara mengkonfirmasi yang mencerminkan pengalaman dan sudut pandang para partisipan, dan bukan pada persepsi peneliti.

 

Kegiatan untuk konfirmasi ini antara lain dengan  kembali ke partisipan dan berbagai penafsiran pendahuluan dengan mereka sehingga mereka dapat mengevaluasi  apakah analisis tematik peneliti konsisten dengan pengalaman mereka.

 

 

Diseminasi

Bentuk laporan biasanya kaya dengan kutipan-kutipan kata per kata untuk memperkuat ilustrasi penafsiran peneliti dan perumusan teoritis.

 

Hasil penelitian kualitatif biasanya digunakan sebagai dasar perumusan hipotesis yang digunakan  pada penelitian kuantitati, juga pengembangan instrumen pengkajian untuk penelitian maupun untuk kepentingan klinis.

 

Tak kalah penting hasil penelitian kualitatif membentuk persepsi bidan dan perawat terhadap masalah atau situasi dan dapat mengkonseptualisasikan  solusi yang potensial.

 Bilamana topik penelitian yang dilakukan masih belum banyak sumber dan literatur maka penelitian kualitatif lebih bermanfaat dari pada kuantitatif. 

Sebelum membicarakan penelitian kualitatif, baiklah kita bahas dulu langkah-langkah penelitian kuantitatif.

Penelitian (bukan proposal penelitian)  selalu diawali dengan pertanyaan penelitian, dan diakhiri dengan jawaban yang merupakan hasil penelitian.

Tahapan-tahapan penelitian kuantitatif:

Tahap 1: Tahap Konseptual (Merumuskan dan membatasi masalah, meninjau kepustakaan yang relevan, mendefinisikan kerangka teoritis, merumuskan hipotesis).

Tahap ini termasuk merenungkan, berpikir,  membaca, membuat konsep, revisi konsep, teoritisasi,  bertukar pendapat, konsul dengan pembimbing, dan penelusuran pustaka.

 Tahap 2: Fase Perancangan dan Perencanaan (memilih rancangan penelitian, mengidentifikasi populasi yang diteliti, mengkhususkan metode untuk mengukur variabel penelitian, merancang rencana sampling, mengakhiri dan meninjau rencana penelitian, melaksanakan pilot penelitian dan membuat revisi).

Peneliti menentukan metode yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Tahap 3: Fase Empirik (pengumpulan data, penyiapan data untuk analisis) 

Tahap 4: Fase Analitik (analisis data, penafsiran hasil)

Tahap 5: Fase Diseminasi

Pada fase dilakukan penyebaran penemuan ini hasil penelitian dikirimkan kepada  jurnal-jurnal penelitian yang relevan dengan topik. Baik lokal maupun   luar negeri. Di samping jurnal peneliti juga mengusahakan untuk pemuatan di majalah-majalah, jurnal on-line, dan mengadakan seminar-seminar yang dihadiri perwakilan-perwakilan lembaga pendidikan dan ilmiah serga lembaga pemerintah terkait serta LSM.

Pada tataran mahasiswa yang melakukan penelitian untuk tugas akhir fase diseminasi sudah dilakukan dengan presentasi hasil karya tulis ilmiah / skripsi di depan dewan penguji dan dihadapan audiens yang diundang untuk mengikuti jalannya sidang dan terlibat dalam saran-saran dan pertanyaan kritis kepada peserta sidang. Walaupun begitu diseminasi sesungguhnya adalah apabila proses sidang dan persetujuan diselesaiakan.

Pada fase diseminasi dilakukan juga proses penggunaan temuan yang dilakukan oleh peneliti sendiri atau pihak lain yang mencoba memanfaatkan setelah mengetahui dari proses diseminasi.

 

Main Source:

Polit; D.F.  & Hungler; B.P. (1999). Nursing Research.Principles and  Methods. 6th ed. Lippincott.   NY-Baltimore-Philadelphia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penelitian (study) kasus adalah investigasi yang mendalam terhadap suatu fenomena  tunggal atau serangkaian kecil fenomena tunggal. Bisa berupa satu orang, sekelompok orang, bisa juga sebuah keluarga, sekelompok keluarga, atau lembaga.

 

Yang perlu ditekankan dalam suatu penelitian kasus (case study)  adalah ”kasus” itu sendiri, penelitian dipusatkan pada dinamika mengapa seseorang (bila penelitian dilakukan pada ‘orang”) berpikir, berperilaku atau mempunyai kecenderungan  pola perilaku tertentu, dan bukan difokuskan pada keadaan (state) –nya, tindakan, atau pikiran-pikirannya.

 

Dari konsep tersebut implikasi pada pelaksanaannya data yang digali bukan hanya terbatas  pada kondisi/keadaannya sekarang tetapi juga faktor-faktor lingkungan, hal-hal yang dialami, pengalaman, dan situasi-situasi yang mungkin, kemungkinan besar, dan pasti ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti. Karena itu data-data pada penelitian kasus (case study) sering bersifat kualitas, dan jarang bersifat kuantitatif.

 

Case study kadang-kadang bermanfaat untuk menjelajahi fenomena yang jarang ditemukan atau belum banyak diteliti. Dari hasil penelitian ini lebih lanjut dapat menghasilakn hipotesis-hipotesis yang memerlukan pengujian pada penelitian lanjutan.

 

Dikenalnya secara luas penyakit AIDS / HIV di awali sebuah penelitian yang bersifat studi kasus yang kemudian dari hasil penelitian kasus tersebut perhatian dunia ilmu pengetahuan berawal.

 

Kelemahan dari studi kasus yang sering dimunculkan adalah  data yang cenderung superfisial, dan kelemahan paling pasti adalah ketidak-sanggupan generalisasi.

 

Pada setiap kelemahan, terletak kekuatan. Demikian juga pada case study.

 

Kekuatan case study (CS) adalah kedalamannya saat terbatasnya jumlah orang, lembaga atau kelompok yang sedang diteliti.

 

Kelebihan lain CS memperbesar kesempatan peneliti untuk mempunyai pengetahuan yang dalam tentang kondisi, pikiran, perasaan, tindakan, sekarang atau masa lalu, lingkungan seseorang, lembaga atau sekelompok orang.

 

Sebagian besar studi kasus  merupakan penelitian non eksperimental, di dalamnya peneliti menggali informasi deskriptif dan bisa menelitia hubungan antar variabel-variabel yang bermacam-macam atau kecenderungan.

 

Beberapa CS dilakukan dengan memberikan perlakuan pada tataran individu, yang kadan-kadang jenis penelitian ini disebut percobaan subyek-tunggal (single-subject experiments); dimana paling tepat digunakan rancangan (design) serial waktu (time series design).

 

 

 


*) Tulisan dari beberapa buku dan sumber off-line.  

 

 

Istilah-istilah dalam penelitian keperawatan perlu dikuasai sehingga didapat pengertian-pengertian yang lebih kompleks di dalamnya istilah tersebut.

 

Berikut ini merupakan istilah –istilah dasar penelitian keperawatan sebagai review, semoga ada gunanya untuk anda.

 

ORANG-ORANG DALAM PENELITIAN:

 

Peneliti, Subyek, informan dan responden.

Di dalam penelitian  yang melibatkan orang terdapat 2 pihak, yaitu manusia yang melakukan penelitian (disebut peneliti atau investigator) dan orang yang memberikan informasi.

 

Pemberi informasi pada penelitian kuantitatif disebut subyek  atau peserta penelitian,  sedang responden digunakan untuk menyebut subyek yang memberikan informasi kepada peneliti dengan memberikan jawaban langsung terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti, misalnya menggunakan kuesioner.

 

Istilah ‘subyek’ pada penelitian kuantitatif mengandung makna seseorang bersifat pasif.

 

Sedangkan pada penelitian kualitatif  seseorang yang terlibat pada penelitian bersifat lebih aktif karenanya disebut informan.

 

Jika penelitian dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu tim, maka orang penting yang mengarahkan penelitian disebut peneliti utama atau project director atau principal investigator.

 

 

Proses-proses dalam penelitian keperawatan:

 

Konseptualisasi adalah proses pengembangan dan men-saripati-kan gagasan abstrak, gagasan tidak konkret ke dalam unsur-unsur yang manifest dalam bentuk perilaku dan ciri-ciri.

 

Contoh: sakit adalah gagasan abstrak, sehat adalah gagasan abstrak. Sakit adalah konsep,sehat adalah konsep.

 

Proses konseptualisasi gagasan abstrak tersebut menghasilkan definisi sakit, ciri-ciri sakit, dan seterusnya.

 

 

UNSUR-UNSUR DALAM PENELITIAN :

 

Peneliti penelitian kualitatif sering menyebut konsep sebagai fenomena atau topik.

 

Konstruk adalah suatu abstraksi atau representasi yang disimpulkan dari situasi, kejadian, atau perilaku. Konstruk dan konsep sering disamakan tetapi kebanyakan konstruk menunjuk kepada suatu abstraksi yang sedikit lebih rumit daripada konsep.

 

Teori digunakan bermacam-macam. Dikelas istilah teori digunakan untuk menunjuk pada isi ajaran dikelas, lawan dari praktek yang merupakan isi ajaran secara praktek yang merupakan pelaksanaan sesungguhnya secara demonstratif.

 

Teori dalam penggunaan ilmiah digunakan untuk menunjuk suatu abstraksi atau generalisasi.

 

Jadi teori merupakan penjelasan yang sistematis dan abstrak terhadap beberapa aspek dari suatu kenyataan dan teori mampu menjelaskannya.

 

Konsep-konsep dijalin menjadi suatu teori.

 

Model  konseptual atau kerangka konseptual atau skema konseptual merupakan frase yang dapat dipertukarkan. Model konseptual adalah konsep-konsep atau abstraksi yang saling berhubungan  yang dirangkai bersama menjadi suatu skema yang secara logis terdapat relevansi terhadap suatu tema yang sama.

 

Variabel adalah sesuatu yang bervariasi. Misalnya suhu badan, jumlah penduduk.

Suhu badan merupakan variabel kontinu karenanya angkanya merupakan rentang dan angkanya merupakan angka infinit, misalnya 37, 78oC . Di antara angka 37 dan 38 terdapat beberapa kemungkinan nilai yang tidak terbatas.

 

Sedang jumlah penduduk merupakan variabel diskrit  karea angkanya merupakan angka yang pasti 1 orang, 4 orang dst.2.345.677 orang. Di antara angka 3 orang dan 5 orang terdapat hanya satu angka yang pasti yaitu 4 .

 

Independen Variabel (variabel bebas) adalah variabel yang diyakini menyebabkan atau mempengaruhi variable dependen (variabel terikat), dimana variabel terikat dihipotesiskan tergantung atau disebabkan oleh variabel lainnya.

 

Data (jamak, tunggal=datum) merupakan pecahan-pecahan informasi yang diperoleh pada kegiatan investigasi. Pada penelitian kuantitatif peneliti terutama menginvestigasi data data kuantitatif yaitu informasi dalam bentuk numerik, sedangkan pada penelitian kualitatif peneliti terutama mengumpulkan data kualitatif yang biasanya dalam bentuk naratif

 

Compiled by : zp

from offline sources.

 

At Malang town.

 

Hari Rabu 11 Juni kemarin saya kebagian jadwal menjadi ‘narasumber’ mahasiswa semester 2 mempresentasikan proposal penelitian yang mereka buat sebagai tugas mata ajar riset keperawatan dimana saya adalah salah satu pengajarnya.

Sebutan ‘narasumber’ sebenarnya tidak pas untuk saya, karena saya yang di anggap sebagai ‘nara sumber’ oleh moderator, sebenarnya saya merasa masih merasa sedang belajar terus dalam lapangan riset.

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada Ika Noviana yang empunya proposal berjudul kalau tidak salah adalah Gambaran Kondisi Afek Emosi Lansia yang Bekerja di Wilayah Pakisaji Kabupaten Malang.

Beberapa catatan kesimpulan yang berhasil saya ingat atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah sebagai berikut:

  1. Suatu penelitian dapat dibuat hipotesis penelitian minimal terdiri dari 2 variabel dan 2 variabel tersebut terdapat keterkaitan.
  2. Judul setiap saat dapat berubah dan disempurnakan seiring berjalannya waktu pelaksanaan di lapangan dan baru pasti setelah final dihasilkannnya hasil dan pembahasan penelitian.
  3. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus yang ada pada beberapa buku teks
  4. Besar sampel dan jumlah sampel berbeda, walaupun umumnya buku-buku sumber menyamakannya (Jumlah sampel berarti jumlah responden; Besar sampel berarti jumlah kelompok responden)
  5. Keterbatasan penelitian merupakan keterbatasan penelitian yang disebabkan oleh desain penelitiannya sehingga bisa diketahui selama penyusunan rancangan / proposal penelitian dan dapat di tulis atau di sebutkan sebelum pelaksanaan untuk membentuk frame pembaca akan hasil penelitian dan sebarapa jauh keterbatasan-keterbatasan yang akan muncul
  6. Kelemahan penelitian merupakan kelemahan penelitian yang disebabkan oleh karena hambatan-hambatan yang ditemukan di lapangan saat pelaksanaan dan bukan karena rancangan penelitiannya.

Catatan singkat ini semoga bermanfaat , dan koreksi anda pasti akan saya terima dengan lapang dada.

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.