Hari Rabu 11 Juni kemarin saya kebagian jadwal menjadi ‘narasumber’ mahasiswa semester 2 mempresentasikan proposal penelitian yang mereka buat sebagai tugas mata ajar riset keperawatan dimana saya adalah salah satu pengajarnya.

Sebutan ‘narasumber’ sebenarnya tidak pas untuk saya, karena saya yang di anggap sebagai ‘nara sumber’ oleh moderator, sebenarnya saya merasa masih merasa sedang belajar terus dalam lapangan riset.

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada Ika Noviana yang empunya proposal berjudul kalau tidak salah adalah Gambaran Kondisi Afek Emosi Lansia yang Bekerja di Wilayah Pakisaji Kabupaten Malang.

Beberapa catatan kesimpulan yang berhasil saya ingat atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah sebagai berikut:

  1. Suatu penelitian dapat dibuat hipotesis penelitian minimal terdiri dari 2 variabel dan 2 variabel tersebut terdapat keterkaitan.
  2. Judul setiap saat dapat berubah dan disempurnakan seiring berjalannya waktu pelaksanaan di lapangan dan baru pasti setelah final dihasilkannnya hasil dan pembahasan penelitian.
  3. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus yang ada pada beberapa buku teks
  4. Besar sampel dan jumlah sampel berbeda, walaupun umumnya buku-buku sumber menyamakannya (Jumlah sampel berarti jumlah responden; Besar sampel berarti jumlah kelompok responden)
  5. Keterbatasan penelitian merupakan keterbatasan penelitian yang disebabkan oleh desain penelitiannya sehingga bisa diketahui selama penyusunan rancangan / proposal penelitian dan dapat di tulis atau di sebutkan sebelum pelaksanaan untuk membentuk frame pembaca akan hasil penelitian dan sebarapa jauh keterbatasan-keterbatasan yang akan muncul
  6. Kelemahan penelitian merupakan kelemahan penelitian yang disebabkan oleh karena hambatan-hambatan yang ditemukan di lapangan saat pelaksanaan dan bukan karena rancangan penelitiannya.

Catatan singkat ini semoga bermanfaat , dan koreksi anda pasti akan saya terima dengan lapang dada.