Mulai tanggal 1 Juli kemarin saya resmi di tarik ke Kantor Direktorat sebagai ‘tenaga mbantu’ di perencanaan data dan informasi Poltekkes Malang.

hari pertama dan kedua tidak tahu what I must do. tapi akhirnya setelah menghadap ke beberapa orang yang berkaitan dengan bidang tersebut saya memperoleh gambaran outline tugas-tugas saya.

Saya melihat bahwa potensi Sistem informasi kurang di manfaatkan di lingkungan poltekkes.

Pengelolaan data kemahasiswaan masih terpecah-pecah karena menggunakan software pengolah kata atau pengolah bilangan padahal jika berbasis program data base maka ‘keberlanjutan’ pemanfaatan data awal yang berbasis program pengolah data base akan lebih efisien.

Selama ini program Sistem Informasi Pendidikan Tenaga Kesehatan (SIPTK) yang mulai di awali sekitar tahun 1996 telah mengalami beberapa kali penyempurnaan dan saya melihat lebih merupakan program yang tidak banyak di manfaatkan di lingkup dalam kampus tetapi lebih merupakan kepentingan eksternal vertikal atas (pusat).

Pola-pola dan fokus pelatihan yang banyak di inisiasi lebih banyak menonjolkan pada bagaimana input data dan bagaimana menyetorkan. Ini memperjelas asumsi bahwa SIPTK di buat lebih berorientasi pada kepentingan manajemen pusat atau propinsi.

Sehingga dari tahun ke tahun institusi pendidikan kesehatan tidak merasakan langsung manfaat SIPTK.

Dan lagi input data berfokus pada satu orang penanggung jawab (sekaligus operator input data), padahal software tersebut dibuat berorientasi pada pihak-pihak yang berurusan langsung data (kalau ini berangkat dari ketidak mafhuman SIPTK masing-masing institusi).

SIPTK seharusnya di terapkan oleh berbagai departemen dan bagian yang ada dalam kampus, sehingga tiap-tiap departemen merupakan admin SIPTK yang merupakan unit supporting data yang idealnya dikembangkan berbasis jaringan LAN atau wireless.

Dengan di luncurkannya SIPTK berbasis web yang online di internet ini mempermudah dan memperpendek jalur yang dulu secara bermakna mempengaruhi kecepatan sharing data, tetapi ada satu hal yang masih tetap berlangsung : input data di lakukan oleh satu orang yang sama sekali bukan penanggung jawab masing-masing unsur sehingga tetap ngemis sana-sini untuk bahan masukan ke dalam web.